Cyber Crime and The Garong

15 Desember, 2008

Firstly, I’ll tell you:

Cyber Crime equal to Hacking

The Garong equal to Hacker

So, what the hell I mean with Cyber Crime and The Garong are Hacking and Hacker. Now, I will start talking.

“I changing to Indonesian!”

Hacking, ngga’ menurut orang tua, anak-anak, laki-laki, perempuan, sampai ahli Ti pasti persepsinya jelek. Ya ialah! Lha wong hacking itu buat yang jelek-jelek, curi password, curi nomor kartu kredit.

Hacker pasti dilihat orang juga jelek, ngga’ tahu dilihat dari mana saja, muka; rambut; pantat; tapi yang pasti jelek ajah. Ya ialah! Lha wong hacker itu kerjaannya jelek.

“Saya tidak sependapat dengan itu semua!”

Why? Because; karena; mergane:

Sejak lahir, hacking dan hacker bukanlah sesuatu yang jelek; buruk; elek; bad; atau apapun istilah Anda dan punya koneksi erat dengan neraka. Kalo memang hacking itu buruk, kenapa di toko-toko buku ada banyak sekali buku yang menjelaskan tentang dunia perhackingan sampai detail. Apakah ini tidak konyol, hacking disebut tindak kriminal tapi kok bukunya diedarkan! Hacking sebenarnya hanyalah sebuah cara untuk melatih kreatifitas orang yang sudah freak komputer sejak mbrojol dari perut ibunya. Tetapi, terkdang setan mempengaruhi manusia untuk menyalahgunakan sesuatu, contohnya hacking. Orang gila yang memanfaatkan hacking dan kegilaannya sebagai modus operandinya untuk melancarkan kegilaannya saya sebut garong digital. Ke-sarap-an garong digital yang memanfaatkan hacking sudah merambah ke suluruh dunia. Anda pasti sudah pernah mengalaminya (mungkin), atau pernah melihatnya sendiri. Gila kan!

Seharusnya kegilaan ini harus dihentikan, agar tidak mencemarkan nama baik hacker yang sudah baik adanya dan semoga selama-lamanya. (Amin). Saya kasihan dengan hacker yang telah berjuang mati-matian memeras otak, pikiran, sampai baju hingga dapat membuat program yang dasyat (yang pastinya berguna). Sudah tidak terkenal, namanya jelek lagi. Susah banget nasib hacker.

So, you god damn Digital Robber (Garong Digital == Hacker jelek), stop your fuckin’ action and get out from digital world. Your freak mind make you like son of a bitch!

See ya!


Bendera VS Penguin Beberapa tahun ke depan

15 Desember, 2008

Kita panggil, Benderaaaaaaa! Dari tim Microsoft!

Dan Peeeenguiiiiiiiin! Dari tim Linux!

Teng! Teng! Teng!

(Sorry, Cuma basa-basi)

Saya mencoba membahas pertarungan antara 2 sistem operasi ini, karena mungkin beberapa tahun ke depan keadaan akan berbanding terbalik. Linux di atas, Windows di bawah (waduh, bukan atas bawah yang itu lho. Saru!) bisa begitu karena:

· Sistem operasi yang dibuat oleh bos besar Microsoft, Bill Gates semakin cantik saja. Tapi ada konsekuensinya, tambah mahal! Windows Vista Basic saja harganya pakai “juta”. Tapi kalau sudah cantik, semuanya akan dikorbankan demi si cantik.

· Sistem operasi yang dibuat oleh jutaan programmer dan hacker dari seluruh dunia, dari ujung barat sampai kembali ke barat lagi, yaitu Linux semakin canggih saja, semakin cantik saja, dan yang pasti semakin gratis saja. Apalagi Linux sudah menyasar ke handphone, membuat handphone yang bagus semakin murah karena pembeli tidak harus membayar untuk sistem operasi handphone yang dibelinya.

Dan tungku api yang membakar dunia komputer dan digital telah dinyalakan oleh 2 sistem operasi yang sama-sama kuat ini. Kebakaran ini akan membingungkan end user, karena sementara mereka memilih sistem operasi apa yang seharusnya mereka pakai, mereka sedang memadamkan jenggot mereka yang terbakar akibat api yang sebenarnya mereka buat sendiri.

Microsoft, yang menggunakan Vistanya sebagai senjanta andalan berusaha merenggut pasaran sistem operasi di seluruh dunia. Kecantikan interface Vista telah menarik banyak minat end user untuk mencobanya. Coba lihat teknologi Windows Aero dan 3D Desktopnya, bikin ngiler. Apapun akan dilakukan untuk dapat mencoba kecantikan Vista secara langsung. Mengganti dengan uang jutaan tidak apalah, yang penting bisa pakai Vista, legal lagi. Gengsi donk jaman sekarang kok ngga’ pakai Vista. Secar hukum alam, untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan kita harus berkorban kalau perlu sampai mati. Hukum ini juga berlaku di dunia digital. Software-software yang bisa digunakan di Windows Vista dan Windows-Windows lainnya dengan kualitas bagus juga berharga mahal. Sistem operasinya mahal, softwarenya mahal, tapi kok bagus ya?

Linux, sistem operasi berlambang penguin ini semakin banyak saja distro-distronya. Inovasi-inovasi dan perubahan-perubahan pada Linux yang awalnya sangat mengerikan telah dilakukan, sehingga Linux bisa tampil bak peragawati bahkan menyamai kecantikan Windows. Software-software bertaraf profesionalpun ada di Linux, dan ingat, Gratis! Lihat saja Gimp untuk editor photo setaraf Photoshop dan OpenFX sebagai desaigner 3d yang persis dengan 3DSMax.

Tapi linux juga bisa bikin bingung, distro-distronya banyak sekali. Ada Ubuntu, OpenSuse, Red Hat, dmbl (dan masih banyak lagi). Ini membuat orang bingung untuk memilih distro yang mana, kalo saya pakai OpenSuse, misalnya dapat masalah tanya sama siapa. Orang lain belum tentu pakai OpenSuse.

“Walah walah walah, trus saya pilih mana?” Kok tanya sama saya, saya saja juga bingung. Kalo nekat pake Vista tapi ngga’ punya fulus, mau apa kamu? Kalo orang Indonesia gampang, copy saja cdnya, cracknya juga mudah carinya. Tapi sebagai orang yang bertanggungjawab, kita tidak boleh melakukan pembajakan. Kalo pakai Linux, saya pilih mana ya? Manusia memang selalu dihadapkan pada pilihan. Jawabannya: terserah Anda.

Intinya, saya sudah menjelaskan alasan-alasan yang mendukung kemungkinan terputar baliknya penggunaan sistem operasi. Terputar baliknya penggunaan sistem operasi juga dipengaruhi oleh pilihan Anda.

Selamat memilih.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.